Tahu ga Sobat Bistik kalau Aura Kasih berantem sama pacarnya. Lho, tunggu dulu.. Apa hubungannya sama bisnis atau politik? Jadi begini Sobat Bistik, penyanyi yang sedang naik daun ini, pernah membatalkan sebuah konser di Makassar hanya karena urusan sepele, ya seperti yang Sobat Bistik duga, yaitu karna berantem dengan pacar (please deh kaya anak SMA aja). Hasilnya? Tuntutan senilai 2,3 milyar dilayangkan kepadanya dan belum lagi ancaman jeratan hukum kalau dia tidak mau bayar. Mungkin Aura Kasih adalah satu dari sekian banyak contoh dari seseorang yang mencampurkan perasaan pribadi dengan profesionalisme kerja.
Ya Sobat Bistik, sebuah pepatah lama namun masih bertuah berbunyi “kalau ingin sukses, jangan pernah libatkan pekerjaan dengan perasaan pribadi”. Namun bagaimana mungkin kita bisa melaksanakannya? Soalnya kita kan manusia yang punya perasaan, baik itu cewek maupun cowok, walaupun rumornya sih perasaan cewek lebih tajam dan sensitif. Akan tetapi kalau tidak dipisah, hasil pekerjaan kita juga bisa naik turun seperti perasaan kita. Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan profesionalisme kerja yang menuntut kita stabil bahkan kalau bisa meningkat terus.
Baiklah. Kalau memang sulit untuk membunuh perasaan kita, bukankah akan lebih mudah untuk meminimalkan keterlibatan perasaan kita dalam pekerjaan. Tapi, bagaimana kita bisa mengontrol perasaan kita seperti itu? Salah satu caranya adalah dengan mulai berlatih mengontrol perasaan kita (EQ) dan menjadikannya kebiasaan rutin. Caranya? Bisa saja dimulai dengan hal-hal yang kecil, seperti menahan keinginan buat beli gadget atau barang baru yang sedang “in”, menahan keinginan main game saat sedang ujian, menahan keinginan untuk mencuri waktu buka Facebook saat jam sibuk kantor, atau fokus pada pekerjaan saat sedang berantem dengan pacar atau istri. Dengan kebiasaan rutin ini, bukan tidak mungkin untuk kita bisa meniru para pebisnis besar yang mampu bernegosiasi dengan tenang sementara ada masalah pelik dalam rumah tangganya seolah-olah mereka bisa membunuh perasaan mereka walaupun hanya sesaat. Jadi Sobat Bistik, kesuksesan akan semakin dekat ketika kita bisa meminimalkan keterlibatan perasaan kita dengan pekerjaan.
more


